Kamis, 07 September 2017

Assalamualaikum Wr.Wb

A. Pendahuluan
    Kali ini saya akan sharing tutorial konfigurasi Routing OSPF
   1. Pengertian
     Open Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah protokol routing otomatis (Dynamic Routing) yang mampu menjaga, mengatur dan mendistribusikan informasi routing antar network mengikuti setiap perubahan jaringan secara dinamis. Pada OSPF dikenal sebuah istilah Autonomus System (AS) yaitu sebuah gabungan dari beberapa jaringan yang sifatnya routing dan memiliki kesamaan metode serta policy pengaturan network, yang semuanya dapat dikendalikan oleh network administrator. Dan memang kebanyakan fitur ini diguakan untuk management dalam skala jaringan yang sangat besar. Oleh karena itu untuk mempermudah penambahan informasi routing dan meminimalisir kesalahan distribusi informasi routing, maka OSPF bisa menjadi sebuah solusi.
      OSPF termasuk di dalam kategori IGP (Interior Gateway Protocol) yang memiliki kemapuan Link-State dan Alogaritma Djikstra yang jauh lebih efisien dibandingkan protokol IGP yang lain. Dalam operasinya OSPF menggunakan protokol sendiri yaitu protokol 89.

   2. Latar Belakang
       Ingin memehami konsep dan konfigurasi dari Routing OSPF

   3. Maksud dan Tujuan
       Menghubungka 3 Router secara dynamic atau otomatis

B. Alat dan Bahan

  • Laptop
  • 3 Router
  • 5 Kabel UTP
C. Jangka Waktu Pelaksanaan
     17 menit

D. Tahap Pelaksanaan

   1. Buat topologi


Kita Konfigurasi RO_Pusat

   1. Kita Setting IP Address di
Ether 2 = Ke RO_2
Ether 3 = Ke Client
Ether 4 = Ke RO_3




  2. Kemudian Pada menu pilih "Routing" >> "OSPF"


   3.  Pilih menu "Interface" >> "+"


   4. Pada "Redistribute Connected Router", pilih "as type 1"


   5. Kemudian masuk ke menu "Network". Kita daftar kan ether yang digunakan untuk Routing OSPF, Kita isi dengan IP Network nya.





   6. Jika berhasil hasil nya seperti berikut.


   7. Kita lihat hasil nya di "IP" >> "Routes" maka hasil nya seperti berikut.



   5. Kita ubah IP Address client sesuai dengan IP yang ada pada Router.



Kita Konfigurasi RO_2

   1. Sama seperti "RO_Pusat", pertama kita setting IP Address nya
Ether 2 = Ke Client
Ether 3 = Ke RO_Pusat


   2. Kemudian Pada menu pilih "Routing" >> "OSPF"

   3. Pada Tab General, "Redistribute Connected Router", pilih "as type 1"


   4. Kemudian masuk ke menu "Network". Kita daftar kan ether yang digunakan untuk Routing OSPF, Kita isi dengan IP Network nya.



   5. Kita ubah IP Address client sesuai dengan IP yang ada pada Router.

Kita Konfigurasi RO_3

   1. Sama seperti "RO_Pusat", pertama kita setting IP Address nya
Ether 2 = Ke Client
Ether 3 = Ke RO_Pusat


   2. Kemudian Pada menu pilih "Routing" >> "OSPF"

   3. Pada Tab General, "Redistribute Connected Router", pilih "as type 1"


   4. Kemudian masuk ke menu "Network". Kita daftar kan ether yang digunakan untuk Routing OSPF, Kita isi dengan IP Network nya.



   5. Kita lihat hasil nya di "IP" >> "Routes" maka hasil nya seperti berikut.


   6. Kita ubah IP Address client sesuai dengan IP yang ada pada Router.



Sekarang kita coba ping, Apakah sudah terhubung

1. Dari "Client RO_Pusat" ke "RO_3" (192.168.30.1)

2. Dari "Client RO_Pusat" ke "RO_2" (192.168.20.1)


3. Dari "Client RO_Pusat" ke "Client RO_2" (192.168.30.2)


4. Dari "Client RO_03" ke "RO_2"dan "RO_Pusat"



E. Hasil yang didapatkan
    Berhasil melakukan Routing OSPF dengan tipe "Single Area Backbone"

F. Kesimpulan
   Untuk melakukan routing, sebaiknya kita membuat topologi beserta IP Address nya, agar mempermudah ketika melakukan konfigurasi nya

G. Referensi
    http://mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=154
    E-book MTCNA

Sekian semoga bermanfaat untuk teman-teman. Terima kasih

Wassallamu'alaikum Wr.Wb

Rabu, 06 September 2017

Assalamu'alaikum Wr.Wb





A. Pendahuluan
     Kali ini saya akan mensharing tutorial untuk melakukan konfigurasi Routing RIP.
   1. Pengertian
      Routing Information Protocol (RIP) adalah sebuah protokol routing dinamis yang digunakan dalam jaringan LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Oleh karena itu protokol ini diklasifikasikan sebagai Interior Gateway Protocol(IGP). Protokol ini menggunakan algoritma Distance-Vector Routing. Pertama kali didefinisikan dalam RFC 1058 (1988). Protokol ini telah dikembangkan beberapa kali, sehingga terciptalah RIP Versi 2 (RFC 2453). Kedua versi ini masih digunakan sampai sekarang, meskipun begitu secara teknis mereka telah dianggap usang oleh teknik-teknik yang lebih maju, seperti Open Shortest Path First (OSPF) dan protokol OSI IS-IS. RIP juga telah diadaptasi untuk digunakan dalam jaringan IPv6, yang dikenal sebagai standar RIPng (RIP Next Generation / RIP generasi berikutnya), yang diterbitkan dalam RFC 2080 (1997).

   2. Latar Belakang
       Ingin memahami konsep dan konfigurasi Routing RIP

   3. Maksud dan Tujuan
       Ingin menghubungkan 3 router dengan routing RIP

B. Alat dan Bahan

  • 3 RouterBoard Mikrotik
  • 5 Kabel UTP
  • Laptop
C. Jangka Waktu Pelaksanaan
    28 menit

D. Tahap Pelaksanaan

      Membuat Topologi

 

    Kita Konfigurasi RO_Pusat

   1. Kita Setting IP Address di
Ether 2 = Ke RO_2
Ether 3 = Ke Client
Ether 4 = Ke RO_3




   2. Kemudian Pada menu pilih "Routing" >> "RIP"


   3. Pada "New RIP Network" isikan dengan "IP Network" yang ada di Interface Router kita.
Ether 2 = 10.10.10.0/29
Ether 4 = 20.20.20.0/29
Ether 3 = 192.168.10.0/24



   4. Kita lihat hasil nya di "IP" >> "Routes" maka hasil nya seperti berikut.


   5. Kita ubah IP Address client sesuai dengan IP yang ada pada Router.


Kita Konfigurasi RO_2

   1. Sama seperti "RO_Pusat", pertama kita setting IP Address nya
Ether 2 = Ke Client
Ether 3 = Ke RO_Pusat




   2. Pilih "Routing" >> "RIP"


3. Pada "New RIP Network" isikan dengan "IP Network" yang ada di Interface Router kita.
Ether 3 = 10.10.10.0/29
Ether 2 = 192.168.20.0/24


4. Kita lihat hasil nya di "IP" >> "Routes" maka hasil nya seperti berikut.


   5. Kita ubah IP Address client sesuai dengan IP yang ada pada Router.


Kita Konfigurasi RO_3

1. Sama seperti "RO_Pusat", pertama kita setting IP Address nya
Ether 2 = Ke Client
Ether 3 = Ke RO_Pusat



   2. Pilih "Routing" >> "RIP"


3. Pada "New RIP Network" isikan dengan "IP Network" yang ada di Interface Router kita.
Ether 3 = 20.20.20.0/29
Ether 2 = 192.168.30.0/24


   4. Kita ubah IP Address client sesuai dengan IP yang ada pada Router.


Sekarang kita coba ping, Apakah sudah terhubung
1. Dari "Client RO_Pusat" ke "Clinet RO_2" (192.168.20.2)

2. Dari " Clinet RO_Pusat" ke "Clinet RO_3" (192.168.30.2)


2. Dari "Client RO_2" ke "Client RO_3" (192.168.30.2)

3. Dari "Client RO_2" ke "Client RO_Pusat" (192.168.10.2)




E. Hasil yang Didapatkan
    Berhasil melakukan Routing RIP

F. Kesimpulan
    Routing Dynamic sangat simple karena kita hanya mendaftarkan IP Network.

G. Referensi
    https://id.wikipedia.org/wiki/Routing_Information_Protocol
    E-book MTCNA

Sekian semoga bermanfaat untuk teman-teman semua. Terima kasih

Wassallamu'alaikum Wr.Wb

Selasa, 05 September 2017

Assallamu'alaikum Wr.Wb

A. Pendahuluan
    Pengaturan waktu (jam/tanggal/bulan/tahun) pada Router Mikrotik mutlak diperlukan ketika anda sudah implementasi rule-rule berdasarkan parameter waktu, dimana rule tersebut dikonfigurasikan agar berjalan pada waktu tertentu. Misalnya scheduler.
    Kali ini saya kan mensharing tutorial untuk mensetting Waktu di Router mikrotik.

   1. Pengertian
      SNTP Client adalah sistem pengaturan waktu yang ada pada RouterBorad Mikrotik.

   2. Latar Belakang
       Ketika mengkonfigurasi schedule tidak bekerja di RouterBoard karena berbeda dengan Parameter waktu sekarang.

   3. Maksud dan Tujuan
       Agar waktu di RouterBoard tepat dan tidak menggangu fitur-fitur di RouterBoard

B. Alat dan Bahan
  • Laptop
  • RouterBoard Mikrotik
  • Kabel UTP
C. Jangka Waktu Pelaksanaan
    5 menit

D. Tahap Pelaksanaan

   1. Buka WinBox
   2. Pilih menu "system" >> "Clock"


      Waktu yang ada di RouterBoard masih default dan belum betul

   3. Pilih menu "system" >> "SNTP Client"


   4. Isi konfigurasi berikut
Enable = centang/ceklist
Mode = unicast
Primery NTP Server = id.pool.ntp.org
Secondary NTP Server = ntp.nasa.gov
       Kemudian "Aplly"


   5. Maka akan berubah menjadi IP
Primery NTP Server = 203.114.224.31
Secondary NTP Server = 36.86.63.182

       Kemudian pilih "OK"

   6. Kita cek lagi Waktu di RouterBoard, Pilih "system" >> "clock". Waktu sudah berubah dan sesauai.



E. Hasil yang Didapatkan
    Berhasil mengkonfigurasi SNTP Cient dan sudah sesuai dengan Parameter waktu di Indonesia

F. Kesimpulan
   Menyetting parameter waktu di RouterBoard sangat agar Fitur di mikrotik berjalan sesuai dengan waktu kita sekarang.

G. Referensi
     http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=55

Sekian semoga bermanfaat untuk teman-teman semua. Terima kasih

Wassalamualaikum Wr.Wb

Senin, 04 September 2017

Packet Header

September 04, 2017 0 Comments
Assalamualaikum wr.wb



A. PENGERTIAN



packet header adalah paket yang  kejadian saat seorang akan mengirim atau berkomunikasi lewat jaringan, 



B. LATAR BELAKANG



pemahaman tentang tahapan dan proses dikirimnya dan  di terimanya data, yang dikirim lewat jaringan.



C. MAKSUD DAN TUJUAN



Paham dan bisa mengidentifikasi kesalahan atau pengiriman paket data.



D. WAKTUPELAKSANAAN



2 Jam



E. ALAT DAN BAHAN



~ Laptop

~ LCD proyektor

~ Koneksi internet



F. PEMBAHASAN



. PEMBAHASAN





Syarat terjadinya komunikasi, ada yang akan dikirim atau ada datanya seperti gambar diatas, sudah jela.



dari data lanjut ke Options ( if any ) atau pilihan dari si pengirim akan kah paket data itu dikirim atau tidak, jika hal ini tidak jelas maka data tidak akan sampai ke tujuan.



selanjutnya di tahap ke 3 data akan diberi frame agar tidak terpecah pecah, dan data di beri identitas pengirim. Bit Source ip address berarti penerima, yang akan mendapat kiriman paket data dengan menggunakan layer 3 routing akan memudahkan pengiriman data.


selanjutnya apakah data langsung dikirim, ?

Tidak data masih akan melewati sortir seperti berat data dan pengelompokan segmen data di layer 4 data ada di bagi menurut portnya.



16 bit header cheksum, maksudnya dari 32 bit akan di ambil 16  bit untuk mengechek paket data tersebut, akan ada data yang hangus karena terfilter dan akan hilang, nah setelah data yang lolos filter akan masuk ke penerima dan akan mengalami pengecekan lagi ini terjadi pada layer 5, dan akan berlanjut pada pemrosesan dari penerima.



sesudah itu data akan direspon dan akan di feedback oleh penerima sehingga hal yang serupa terjadi berulang ulang.





Sekian dari saya semoga bermanfaat

Wassalamualaikum Wr.Wb