Kamis, 14 September 2017

Assalamualaikum Wr.Wb

Hari ini 14 September 2017, Kegiatan di BLC Telkom Klaten masih meneruskan tentang Training Entry Data. Kegiatan ini untuk memantapkan pengetahuan Teman-teman tentang Entry Data dari Receipt atau Struk Belanja. Berikut dokumentasi nya.














Assalamualaikum Wr.Wb

Hari ini 14 September 2017, Kegiatan di BLC Telkom Klaten masih meneruskan tentang Training Entry Data. Kegiatan ini untuk memantapkan pengetahuan Teman-teman tentang Entry Data dari Receipt atau Struk Belanja. Berikut dokumentasi nya.














Sekian semoga menambah informasi. Terima kasih


Wassalamualaikum Wr.Wb
Sekian semoga menambah informasi. Terima kasih

Wassalamualaikum Wr.Wb

Rabu, 13 September 2017

Assalamualaikum Wr.Wb

 Hari ini 13 September 2017, saya dan teman-teman BLC Telkom Klaten sedang melakukan Training untuk melakukan "entry data". Karena sebelum nya saya dan teman-teman BLC Telkom Klaten tertarik dengan jobs ini. Sebelum nya saya dan teman-teman BLC Telkom Klaten Sudah mengirim CV melalui E-mail. Berikut Dokumentasi nya:













Sekian semoga menambah informasi untuk teman-teman semua. Terima kasih
Wassalamualaikum Wr.Wb

Selasa, 12 September 2017

Disiplin SOP

September 12, 2017 0 Comments
Assalamualaikum Wr.Wb

 Kali ini saya akan mensharing tentang SOP, yang telah saya baca-baca dan mencari Refrensi di Interet


Pengertian SOP


Standar Operasional Prosedur (SOP) 

     Adalah dokumen yang berkaitan dengan prosedur yang dilakukan secara kronologis untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang bertujuan untuk memperoleh hasil kerja yang paling efektif dari para pekerja dengan biaya yang serendah-rendahnya. SOP biasanya terdiri dari manfaat, kapan dibuat atau direvisi, metode penulisan prosedur, serta dilengkapi oleh bagan flowchart di bagian akhir (Laksmi, 2008:52).

    Setiap perusahaan bagaimanapun bentuk dan apapun jenisnya, membutuhkan sebuah panduan untuk menjalankan tugas dan fungsi setiap elemen atau unit perusahaan. Standar Prosedur Operasional (SPO) adalah sistem yang disusun untuk memudahkan, merapihkan dan menertibkan pekerjaan. Sistem ini berisi urutan proses melakukan pekerjaan dari awal sampai akhir.

 
Berikut beberapa pengertian SOP dari beberapa sumber buku:


  1. Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan panduan yang digunakan untuk memastikan kegiatan operasional organisasi atau perusahaan berjalan dengan lancar (Sailendra, 2015:11).
  2. Menurut Moekijat (2008), Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah urutan langkah-langkah (atau pelaksanaan-pelaksanaan pekerjaan), di mana pekerjaan tersebut dilakukan, berhubungan dengan apa yang dilakukan, bagaimana melakukannya, bilamana melakukannya, di mana melakukannya, dan siapa yang melakukannya.
  3. Menurut Tjipto Atmoko (2011), Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan suatu pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai denga fungsi dan alat penilaian kinerja instansi pemerintah berdasarkan indikator-indikator teknis, administratif dan prosedural sesuai tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja pada unit kerja yang bersangkutan.
  4. SOP atau standar operasional prosedur adalah dokumen yang berisi serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan administrasi perkantoran yang berisi cara melakukan pekerjaan, waktu pelaksanaan, tempat penyelenggaraan dan aktor yang berperan dalam kegiatan (Insani, 2010:1).
  5. Tujuan dan Fungsi SOP Tujuan pembuatan SOP adalah untuk menjelaskan perincian atau standar yang tetap mengenai aktivitas pekerjaan yang berulang-ulang yang diselenggarakan dalam suatu organisasi. SOP yang baik adalah SOP yang mampu menjadikan arus kerja yang lebih baik, menjadi panduan untuk karyawan baru, penghematan biaya, memudahkan pengawasan, serta mengakibatkan koordinasi yang baik antara bagian-bagian yang berlainan dalam perusahaan.
Tujuan Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah sebagai berikut (Indah Puji, 2014:30):


  1. Untuk menjaga konsistensi tingkat penampilan kinerja atau kondisi tertentu dan kemana petugas dan lingkungan dalam melaksanakan sesuatu tugas atau pekerjaan tertentu.
  2. Sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan tertentu bagi sesama pekerja, dan supervisor.
  3. Untuk menghindari kegagalan atau kesalahan (dengan demikian menghindari dan mengurangi konflik), keraguan, duplikasi serta pemborosan dalam proses pelaksanaan kegiatan.
  4. Merupakan parameter untuk menilai mutu pelayanan.
  5. Untuk lebih menjamin penggunaan tenaga dan sumber daya secara efisien dan efektif.
  6. Untuk menjelaskan alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari petugas yang terkait.
  7. Sebagai dokumen yang akan menjelaskan dan menilai pelaksanaan proses kerja bila terjadi suatu kesalahan atau dugaan mal praktek dan kesalahan administratif lainnya, sehingga sifatnya melindungi rumah sakit dan petugas.
  8. Sebagai dokumen yang digunakan untuk pelatihan.
  9. Sebagai dokumen sejarah bila telah di buat revisi SOP yang baru. 
 Sedangkan fungsi SOP adalah sebagai berikut (Indah Puji, 2014:35):

  1. Memperlancar tugas petugas/pegawai atau tim/unit kerja.
  2. Sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan.
  3. Mengetahui dengan jelas hambatan-hambatannya dan mudah dilacak.
  4. Mengarahkan petugas/pegawai untuk sama-sama disiplin dalam bekerja.
  5. Sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan rutin.
  6. Manfaat SOP SOP atau yang sering disebut sebagai prosedur tetap (protap) adalah penetapan tertulis mengenai apa yang harus dilakukan, kapan, dimana dan oleh siapa dan dibuat untuk menghindari terjadinya variasi dalam proses pelaksanaan kegiatan oleh pegawai yang akan mengganggu kinerja organisasi (instansi pemerintah) secara keseluruhan.

 SOP memiliki manfaat bagi organisasi antara lain (Permenpan No.PER/21/M-PAN/11/2008):


  1. Sebagai standarisasi cara yang dilakukan pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan khusus, mengurangi kesalahan dan kelalaian.
  2. SOP membantu staf menjadi lebih mandiri dan tidak tergantung pada intervensi manajemen, sehingga akan mengurangi keterlibatan pimpinan dalam pelaksanaan proses sehari-hari.
  3. Meningkatkan akuntabilitas dengan mendokumentasikan tanggung jawab khusus dalam melaksanakan tugas.
  4. Menciptakan ukuran standar kinerja yang akan memberikan pegawai. cara konkret untuk memperbaiki kinerja serta membantu mengevaluasi usaha yang telah dilakukan.
  5. Menciptakan bahan-bahan training yang dapat membantu pegawai baru untuk cepat melakukan tugasnya.
  6. Menunjukkan kinerja bahwa organisasi efisien dan dikelola dengan baik.
  7. Menyediakan pedoman bagi setiap pegawai di unit pelayanan dalam melaksanakan pemberian pelayanan sehari-hari.
  8. Menghindari tumpang tindih pelaksanaan tugas pemberian pelayanan.
  9. Membantu penelusuran terhadap kesalahan-kesalahan prosedural dalam memberikan pelayanan. Menjamin proses pelayanan tetap berjalan dalam berbagai situasi.
   Prinsip-prinsip SOP 


   Dalam PERMENPAN PER/21/M-PAN/11/2008 disebutkan bahwa penyusunan SOP harus memenuhi prinsip-prinsip antara lain:

   Kemudahan dan kejelasan, efisiensi dan efektivitas, keselarasan, keterukuran, dimanis, berorientasi pada pengguna, kepatuhan hukum, dan kepastian hukum.

  1. Konsisten. SOP harus dilaksanakan secara konsisten dari waktu ke waktu, oleh siapapun, dan dalam kondisi apapun oleh seluruh jajaran organisasi pemerintahan.
  2. Komitmen. SOP harus dilaksanakan dengan komitmen penuh dari seluruh jajaran organisasi, dari level yang paling rendah dan tertinggi.
  3. Perbaikan berkelanjutan. Pelaksanaan SOP harus terbuka terhadap penyempurnaan-penyempurnaan untuk memperoleh prosedur yang benar-benar efisien dan efektif.
  4. Mengikat. SOP harus mengikat pelaksana dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan prosedur standar yang telah ditetapkan.
  5. Seluruh unsur memiliki peran penting. Seluruh pegawai peran-peran tertentu dalam setiap prosedur yang distandarkan. Jika pegawai tertentu tidak melaksanakan perannya dengan baik, maka akan mengganggu keseluruhan proses, yang akhirnya juga berdampak pada proses penyelenggaraan pemerintahan.
  6. Terdokumentasi dengan baik. Seluruh prosedur yang telah distandarkan harus didokumentasikan dengan baik, sehingga dapat selalu dijadikan referensi bagi setiap mereka yang memerlukan.

Daftar Pustaka

  • Laksmi, Fuad dan Budiantoro. 2008. Manajemen Perkantoran Modern. Jakarta: Penerbit Pernaka.
  • Sailendra, Annie. 2015. Langkah-Langkah Praktis Membuat SOP. Cetakan Pertama. Trans Idea Publishing, Yogyakarta.
  • Moekijat. 2008. Adminitrasi Perkantoran. Bandung: Mandar Maju.
  • Atmoko, Tjipto. 2012. Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Skripsi Unpad. Jakarta.
  • Insani, Istyadi. 2010. Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia Daerah Daam Rangka Peningkatan Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah.
  • Hartatik, Indah Puji. 2014. Buku Praktis Mengembangkan SDM. Jogjakarta. Laksana.

Sekian semoga bermanfaat untuk teman-teman semua. Terima kasih


Wassalamualaikum Wr.Wb

Senin, 11 September 2017

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

A. Pendahuluan 
    Ketemu lagi sama admin jaargh, pada kesempatan kali ini admin jaargh akan membagikan sebuah tutorial sederhana tentang mengamankan Mikrotik dengan metode Port Knocking.

1. Pengertian 
    Port Knocking adalah metode yang dilakukan untuk membuka akses ke port tertentu yang telah diblock oleh Firewall pada perangkat jaringan dengan cara mengirimkan paket atau koneksi tertentu. Koneksi bisa berupa protocol TCP, UDP maupuan ICMP

2. Latar Belakang 
    Banyak para hacker atau peretas yang ingin membobol suatu router lalu mengacak2 nya, sebenarnya banyak seklai metode pengamanan mikrotik salah satunya adalah Port Knocking.

3. Maksud dan Tujuan 
    Untuk mengamankan sedikit serangan dari luar, meskipun ini tidak terlalu penting setidaknya mikrotik sedikit aman.

4. Hasil yang Di Harapkan
     Dapat mengkonfigurasikan routerboard agar dapat menggunakan fitur Port Knocking.

B. Alat dan Bahan 
  • PC/Laptop (Sebagai Client)
  • Koneksi Internet (Bila perlu)
  • 1 Buah Router Board 
  • 1 Buah Kabel UTP Crimpung Staright
C. Jangka Waktu Pelaksanaan Kegiatan 
  • 25 Menit (2 Kali Pengulangan)
D. Proses dan Tahapan Pelaksanaan  Kegiatan 
1. Persiapkan alat dan bahan di atas, jika sudah login ke winbox.
2. Buat terlebih dahulu sebuah IP Address di eth2, lalu ikuti konfigurasinya seperti di bawah.
3. Untuk membuat rule firewall ,pilih ip > firewall. 
4. Lalu pada tab Filter Rules,pilih "+" untuk membuat rule baru
5. Akan muncul tab baru pada winbox yang berisi konfigurasi rule,pada tab General,set seperti berikut :
  • Chain : input
  • Protocol : 1 (icmp)yang kurang lebih seperti berikut : 
6. Masih dirule pertama, pada tab action set seperti berikut :
  • Action : add src to address List
  • Address List : icmp
  • Timeout : 00:02:00 (2 menit)yang kurang lebih seperti berikut : 
7. Setelah selesai membuat rule (aturan) pertama kita membuat rule yang ke-2,klik "+",nanti akan muncul tab baru, pada tab General set seperti berikut :
  • Chain : input
  • Protocol : 6 (tcp)
  • Dst. Port : 22,8291 (yaitu port ssh dan winbox)
Kurang lebih seperti berikut :
8. Lalu ke tab Advanced lalu set seperti berikut :
  • Src. Address List : ! Icmp (jangan lupa untuk memberi tanda "!" untuk pengecualian)
Kurang lebih seperti berikut :
9. Pindah ke tab Action lalu pada menu Action pilih drop. 
10. Sekarang kita buktikan apakah rule yang kita buat sudah bekerja, dissconnect terlebih dahulu routerboard sobat via winbox.
11. Sekarang kita connect kembali dan apakah bisa masuk ternyata tidak, ini bertanda rule sudah bekerja.
12. Untuk bisa mengaksesnya kembali, ping ke ip interface mikrotik yang akan anda akses misal 10.10.10.1
13. Selesai menjalankan ping lalu coba kembali akses mikrotik via winbox.
14. Untuk melihat waktu yang tersisa untuk akses mikrotik pada IP> Firewall> Address List,jika waktu tersebut habis sobat akan tidak bisa menambahkan konfigurasi dimikrotik dan akan disconnect secara otomatis.
E. Hasil yang Di Dapatkan
     Dapat mengkonfigurasikan Router Board dan memanfaatkan fitur Port Knocking untuk mengamankan Router Board.

F. Temuan Permasalahan 
    Saya lupa untuk mengatur Action nya menjadi drop.

G. Kesimpulan 
     Jadi untuk mengakses mikrotik via winbox dan ssh,harus mengawali connection-handshake atau ping,untuk melakukan perizinan,dan sesudah terkoneksi,anda akan dibatasi oleh waktu yaitu 2 menit pada contoh diatas.

H. Referensi 
Sekian yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat.

Sabtu, 09 September 2017

Assallamu'alaikum Wr.Wb
A. Pendahuluan
    Kali ini saya akan mensharing tutorial untuk memblokir IP Client agar tidak dapat terkoneksi ke RouterBoard

   1. Pengertian
       menolak paket secara diam-diam (tidak mengirimkan pesan penolakan ICMP).

   2. Latar Belakang
       Memblokir salah satu IP agar tidak terkoneksi ke RouterBoard

   3. Maksud dan tujuan
       Agar client tidak dapat terhubung ke Router

B. Alat dan Bahan

  • Laptop
  • RouterBoard
  • Kabel UTP
C. Jangka Waktu Pelaksanaa
    5 menit

D. Tahap Pelaksanaan

   1. Masuk WinBox

   2. Pilih menu "IP" >> "Address". Untuk melihat IP Client. Disini kita akan memblokir IP yang ada di ethernet 2



   3. Kemudian pilih menu "IP" >> "Firewall"


   4. Pada Tab "Filter Rules" >> "+". Kemudian di Tab General
Chain = Input
Src.Address = 192.168.10.1 (IP yang akan kita block) 

   5. Pindah ke menu "Action" pilih "drop". Kemudian "Aplly"



   6. Kemudian kita coba ping dari Client ke IP address Router

E. Hasil yang didapatkan
    Berhasil memblokir salah satu IP Client

F. Kesimpulan
    Kita dapat membokir satu network dengan memasukkan IP Network pada ether yang akan kita blokir

G. Referensi
    Sharing Bersama Teman Teman BLC


Sekian semoga bermanfaat untuk teman-teman semua. Terima kasih

Wassallamu'alaikum Wr.Wb

Jumat, 08 September 2017








 Assalamualaikum Wr.Wb

A. Pendahuluan
    1. Pengertian
        Bridge adalah Menggabungkan 2 atau lebih interface yang bertipe
ethernet, atau sejenisnya, seolah-olah berada dalam 1 segmen network yang sama.

   2. Latar Belakang
       Memahami dan Ingin menggunakan fitur-fitur yang ada pada Mikrotik.

   3. Maksud dan Tujuan
       Ingin melakukan bridge antara interface ether dengan Wirelless

B. Alat dan Bahan

  • 2 RouteBoard
  • 2 Kabel UTP
  • Laptop
C. Jangka Waktu Pelaksanaan
    10 menit

D. Tahap Pelaksanaan

       Kita buat Topologi seperti berikut.



Kita Konfigurasi Router 2

1. Kita Setting IP Address di
Ether 2 = Ke Client


   2. Kemudian kita setting Wirelless nya, masuk ke menu "Wirelless". Kita lakukan beberapa konfigurasi.
Mode = ap bridge

   3. Jika sudah selesai mensetting Wirelless nya. Kita buat interface bridge
Name = Sesuai dengan keinginan anda
       Kemudian "Aplly"
 

   4. Kita buat interface yang akan kita bridge, masuk ke "Port" >> "General"
Interface = ether2
       Kemudian"Aplly"


   5. Kita buat interface yang akan kita bridge, masuk ke "Port" >> "General"
Interface = wlan1
       Kemudian"Aplly"

   6. Kita ubah IP Address client sesuai dengan IP yang ada pada Router.



Kita Konfigurasi Router 1


   1. Sama seperti "Router 2", pertama kita setting IP Address nya
Ether 2 = Ke Client




   2. Kemudian kita setting Wirelless nya, masuk ke menu "Wirelless". Kita lakukan beberapa konfigurasi.
Mode = Station
       Kemudian pilih "Scan" untuk mencari WiFi/Hotspot untuk kita connect kan


   3. Cari SSID dari WiFi/Hotspot yang akan kita "Point to Point" kemudian pilih "Connect"


   4. Maka otomatis konfigurasi dari WiFi/Hotspot yang kita connect kan tadi masuk ke konfigurasi Wirelless kita. Kemudian kita "Aplly"


   5. Jika sudah selesai mensetting Wirelless nya. Kita buat interface bridge
Name = Sesuai dengan keinginan anda
       Kemudian "Aplly"


   6. Kita buat interface yang akan kita bridge, masuk ke "Port" >> "General"
Interface = ether2
       Kemudian"Aplly"

   7. Kita buat interface yang akan kita bridge, masuk ke "Port" >> "General"
Interface = wlan1
       Kemudian"Aplly"

   8. Kita ubah IP Address client sesuai dengan IP yang ada pada Router.



Sekarang kita coba ping, Apakah sudah terhubung antar Client

1. Ping dari "Client R.2" ke "Client R.1"


2. Ping dari "Client R.1" ke "Client R.2"



E. Hasil yang Didapatkan
    Client Router 1 dan Router 2 terhubung

F. Kesimpulan
    Fitur bridge dapat bekerja di interface fisik

G. Referensi
    E-book Rifki BLC Klaten


Sekian semoga bermanfaat untuk teman-teman semua. Terima kasih

Wassalamualaikum Wr.Wb